Kata Kamus

Arti Peribahasa Gajah berak besar, kancil pun hendak berak besar, akhirnya mati kebebangan



Gajah berak besar, kancil pun hendak berak besar, akhirnya mati kebebangan

Perihal orang miskin meniru-niru perbuatan orang kaya, akhirnya mendapat rugi

Kalau kawin ke Batubara, kalu mati ke Malaka

Perihal orang yang mau senangnya saja

Hancur badan dikandung tanah , budi baik terkenang jua

Meski jasad manusia sudah tidak berbentuk lagi, jika manusia ini pernah melakukan budi baik maka orang lain pasti masih mengingat budi baiknya itu

Ikut hati mati, ikut rasa binasa, ikut mata leta

Barang siapa hidupnya hanya mengikuti hawa nafsu, selamanya dirinya akan binasa

Akal tak sekali tiba, runding tak sekali datang

Tak ada sesuatu yang terus menjadi sempurna, mesti secara berangsur-angsur

Adat berkawan zaman-berzaman

Apabila berkawan hendaklah untuk selamanya

Langit berkelir, langit bertemberang, salah-salah pikir jadi hamba orang

Angan-angan atau pikiran yang hanya menurutkan hawa nafsu dapat membawa kehinaan

Ada batang cendawan tumbuh

Di mana pun kita berada, niscaya ada rezeki

Jangan memotong hidung sampai melukai wajah

Jangan membuka aib keluarga karena sama dengan membuka aib sendiri


Kata Semangat!!

    Mengeluh hanya melahirkan rasa kasihan buka cinta.

lihat

Kata Semangat!!

Bila kita berharap melakukan sesuatu dg mudah, kita pertama-tama harus belajar untuk berbuat dengan ketekunan ..

lihat

Kata Semangat!!

Belajarlah menjadi teman terbaik bagi diri sendiri, jangan sampai kamu menjadi musuh terburuk dirimu sendiri.

lihat

Kata Gaul

Jober = Jomlo Bareng – Jomlo Bersama

Kita kan jober yang manis dan imut lho! Kita kan jomlo bersama yang manis dan imut lho!

lihat

Kata Gaul

Jomblo = Single (tidak punya pacar)

Masih jomblo lo! Kapan punya pacarnya? Masih singel lo! Kapan punya pacarnya?

lihat

Kata Gaul

ATM = At the moment – saat ini

ATM, gue lagi jomlo nih! semoga ada bidadari yang mau! Saat ini, gue lagi jomlo nih! semoga ada bidadari yang mau!

lihat

Kamus Psikologi

paracusia

(parakusia); 1. relatif tuli terhadap nada-nada yang dalam. 2. kemampuan yang semakin bertambah untuk mendengar percakapan di antara orang- orang yang tuli parsial, dengan hadirnya banyak suara sebagai latar belakang. Mungkin berupa satu ilusi disebabkan oleh percakapan pembicara yang lebih kuat untuk mengatasi dampak-dampak terselubung dan nada-nada yang dalam, yang tentunya tidak dapat didengar pada sebarang kasus oleh pribadi parakusik, maka dengan demikian memberikan kepadanya satu keuntungan relatif tertentu.

lihat

Kamus Psikologi

habenula

(habenula); satu kumpulan serabut dalam epitalamus.

lihat

Kamus Psikologi

Katsaridaphobia

Adalah fobia / takut pada kecoa.

lihat

Kamus Jawa

bedhog (ejaan/bacaan jawa = bedhog )

mencuri dengan menangkap ayam yang sedang mencari makan. Kata Ngoko

lihat

Kamus Jawa

jepit (ejaan/bacaan jawa = jepit )

jepit

lihat

Kamus Jawa

ndlongop (ejaan/bacaan jawa = ndlongop )

melongo

lihat

Kamus Indonesia

wutuh

wu·tuh ? utuh

lihat

Kamus Indonesia

badung

ikan laut, kadang-kadang ada yg sangat besar

lihat

Kamus Indonesia

lawak

sejenis perahu di Jawa Barat yg dibuat dr batang pohon yg ditakik (lawakan, lelawak)

lihat


Kamus Bahasa Indonesia | Kamus Psikologi | Kamus Bahasa Jawa | Kamus Aceh | Kamus Sansekerta | Kamus Farmasi | Istilah Kedokteran | Istilah Hukum | Istilah Ekonomi | Istilah Biologi | Kumpulan Kata Semangat | Kumpulan Kata Gaul | Kumpulan Tebakan Lucu | Peribahasa Indonesia | Kumpulan Status WA | Kumpulan Status Lucu | Kumpulan Status | Artikel

katakamus.id merupakan situs referensi untuk mencari kata, makna kata dan arti kata! © 2019

Tentang Kami | Disclaimer | Privacy Policy