Kata Kamus

Kamus psikologi - Arti Hermann



Hermann


Scolionophobia

Takut Sekolah


Acrophobia, Altophobia

Takut Akan Ketinggian


James William

(); seorang filosof Amerika, dan psikolog sekaligus (1842-1910). William James studi di Harvard pada 1861, belajar ilmu kedokteran; ia menyelingi program studinya dengan mengikuti Louis Agassiz dan melakukan ekspedisi biologis ke Amerika Selatan; dan kemudian, disebabkan oleh kesehatannya yang lemah, ia tinggal selama setahun di Eropa. Ia kembali ke Harvard, dan menerima gelar dokternya pada 1868. Empat tahun kemudian ia menjadi anggota fakultas di Harvard, sebagai seorang instruktur dalam fisiologi. Dalam perkuliahannya, dia menaruh minat yang besar pada psikologi; dan pada 1875 ia mendirikan laboratorium psikologi yang pertama di Amerika. Beberapa tahun kemudian ia mengawali karya besarnya dengan menerbitkan buku Principles of Psychology (1890). Sesudah itu, dia memusatkan minatnya lebih banyak dan secara eksklusif pada filsafat. Karyanya yang menonjol mencakup The Will to Believe and Other Essays (1897); Varieties of Religious Experience (1902), Pragnatism (1907), dan The Meaning of Truth (1909). Dalam psikologi, James paling terkenal dengan cara pendekatan aliran kesadaran terhadap gejala-gejala mental, yang dinyatakan untuk menentang aliran strukturalisme yang mendominasi ketika itu.Dalam ungkapan "aliran kesadaran", secara tidak langsung ia menyatakan dan meyakini bahwa proses mental harus dipelajari sebagai proses, dan tidak sebagai potongan-potongan statis dari kesadaran seperti yang disugestikan oleh kaum strukturalis. Disebabkan oleh pandangannya yang serba dinamis maka psikologi James diberi nama fungsionalisme. James juga sangat terkenal oleh kaitan pribadinya dengan fisiolog Denmark Carl Georg Lange dalam merumuskan teori emosi James-Lange (lihat JAMES-LANGE OF THE EMOTIONS).


ecbatic

(ekbatis); satu hasil atau akibat tanpa tujuan. Lawannya ialah TELIC.


balance

(keseimbangan, ketenangan); 1. menegakkan sikap perawakan yang tegak dan stabil seimbang. 2. dalam estetika, menurupakan kaitan yang harmonis antara bagian-bagian dari satu hasil artistik. 3. keseimbangan emosional, atau tidak adanya eksentrisitas (hal-hal yang eksentrik).



Kata Semangat!!

Ketika orang lain melakukan kesalahan padamu, ingatkan dia, maafkan kemudian mohonkan ampunan tuhan untuknya.

lihat

Kata Semangat!!

Aku tak punya waktu untuk membenci orang yang membenciku, karena aku terlalu sibuk mencintai mereka yang mencintaiku.

lihat

Kata Semangat!!

Jangan selalu katakan 'masih ada waktu' atau 'nanti saja'. Lakukan segera, gunakan waktumu dengan bijak.

lihat

Kata Gaul

Apes = Sial – tidak beruntung

Apes dech, gw ketinggalan kereta! Sial dech, gw ketinggalan kereta!

lihat

Kata Gaul

Cau = Pergi – Cabut

Oke, bro gw cau dulu niyh! Oke, bro gw pergi dulu niyh!

lihat

Kata Gaul

Galau = Kacau nggak karuan, resah, bimbang

Haree genee masih galau, kacian deh lo! Haree genee masih resah, kacian deh lo!

lihat

Kamus Psikologi

factor

(faktor, unsur); 1. satu sebab atau kondisi pendahulu yang menimbulkan satu gejala. 2. salah satu hasil dari analisis faktor, misalnya berupa satu faktor verbal. 3. dalam genetika, merupakan satu gene (plasma pembawa sifat pada keturunan).

lihat

Kamus Psikologi

xanthopsia

(santopsia); penglihatan kuning; satu kepekaan yang semakin tinggi pada warna kuning.

lihat

Kamus Psikologi

absolute luminosity

(kilauan cahaya yang mutlak); kilauan diungkapkan dengan ketentuan-ketentuan mutlak, seperti lumen-lumen (cahaya sinar, kesatuan arus cahaya per detik) setiap wattnya.

lihat

Kamus Jawa

melecu

mecucu

lihat

Kamus Jawa

belasak

nrabas

lihat

Kamus Jawa

tawuran

gelut kroyokan

lihat

Kamus Indonesia

anduk

an·duk ? handuk

lihat

Kamus Indonesia

suak

teluk kecil (di sungai atau laut)

lihat

Kamus Indonesia

cabai

tanaman perdu yg buahnya berbentuk bulat panjang dng ujung meruncing, apabila sudah tua berwarna merah kecokelat-cokelatan atau hijau tua, berisi banyak biji yg pedas rasanya; lombok; ; buah cabai (biasa dibuat sambal atau campuran sayur); tampaknya kecil, tetapi cerdik (pemberani, membahayakan); mendapat celaan keras; siapa yg berbuat kurang baik akan merasakan akibatnya; siapa yg merasa tersindir berarti telah berbuat spt yg disindirkan itu;-- tumbuhan merambat semacam sirih (merica) yg tumbuh di daerah pantai, buahnya berbentuk silinder, berwarna hijau dan keras ketika muda, setelah tua kemerah-merahan dan melunak, bijinya cokelat kehitam-hitaman sebesar butir beras, biasanya digunakan sbg bahan jamu tradisional dsb; ; -- lombok biasa,; -- cabai yg buahnya kecil dan pedas; lada burung, lada cili; ; berasa panas krn kena cabai (pd mulut, tangan, bibir, dsb); sangat gelisah (tidak tenang duduknya dsb)

lihat

katakamus.id merupakan situs referensi untuk mencari kata, makna kata dan arti kata! © 2019

Tentang Kami | Disclaimer | Privacy Policy