Cupak dialih orang berdagang, jalan dialih orang lalu

Perihal suatu kebiasaan yang sudah berubah karena kemajuan zaman

Air pun ada pasang surutnya

Untung dan malang itu berganti-ganti, tak selamanya senang

Air sama air bersatu, namun sampah ketepi jua

Bila terjadi perselisihan antara saudara yang dicampuri oleh pihak ketiga, kelak orang bersaudara itu akan berbaikan kembali, sedangkan pihak ketiga akan mendapat malu

Ajal di tangan Tuhan

Mati itu ditentukan oleh Tuhan

Akal tak sekali tiba, runding tak sekali datang

Tak ada sesuatu yang terus menjadi sempurna, mesti secara berangsur-angsur

Akal tiga jengkal

Merasa diri kurang dari orang lain

Alah disabung, menang disorak

Sudah kalah, tapi masih besar omong

Alah membeli menang memakai

Membeli barang bagus tetapi mahal masih lebih menguntungkan dari pada membeli barang murah tapi cepat rusak

Alur bertempuh, jalan berturut

Semua menurut adat atau kebiasaan yang lazim


katakamus.id merupakan situs referensi untuk mencari kata, makna kata dan arti kata! © 2019

Tentang Kami | Disclaimer | Privacy Policy| Keyword Pencarian